PLEASE KNOW THE LAW & USE THE LAW: BAWA

PLEASE KNOW THE LAW & USE THE LAW: BAWA

Posted on January 10, 2014

Asosiasi Kesejahteraan Hewan Bali (the Bali Animal Welfare Association—BAWA) hari ini menyatakan dukungan penuh kepada segala upaya peningkatan kepedulian masyarakat Bali dan lembaga penegak hukum di Indonesia dalam perlindungan hewan sertapenjatuhanhukuman bagi setiap pelanggarannya.

The Bali Animal Welfare Association (BAWA) today expressed full support for moves to increase awareness within Bali communities and law enforcement agencies of Indonesian laws to protect animals and of the penalties for offences.

“Setelah meneliti dan mengkaji segala masukan dari segi hukum, kami menemukan beberapapasal yang berkaitan dengan hukum kesejahteraan hewan di dalam KUHP Indonesia,” kata Manajer BAWA I Gusti Ngurah Bagus. Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa undang-undang lain yang masih berkaitan dengan tindak kriminal dan kesehatan hewan juga dapat diterapkan untuk melindungi hewan.

“Through research and legal advice we have identified 8 key Articles which address Animal Welfare Law under the Indonesian Criminal Code (KUHP),” said BAWA manager I Gusti Ngurah Bagus.  Other Criminal Laws and Animal Health Laws also may be applied to animal welfare, he said.

BAWA juga menemukan bahwa meskipun hukum di Indonesia yang melindungi hewan dari segala tindak kekerasan dan kekejaman sudah termaktub dalam KUHP, tidak banyak orang yang mengetahuinya dan akibatnya undang-undang itu jarang diterapkan.

BAWA said while Indonesian laws to protect animals from cruelty and other inhumane conditions and practices did exist, the laws were little known or understood and many had rarely been used.

“Setiap hari kami mendapat telpon dari masyarakat yang menyaksikan sendiri praktik-praktik yang kejam terhadap hewan, dan BAWA adalah satu-satunya harapan mereka,” ungkap Bagus. “Tentu saja kami akan terus berupaya menyelamatkan hewan-hewan malang itu, tetapi kami juga ingin masyarakat tahu bahwa mereka juga masih bisa mengandalkan hukum di negara kita.”

“Every day so many distraught people call us because they have witnessed brutality or other cruelty to animals and they believe BAWA is their only hope for action,” said Bagus.  “Of course we will continue to rescue animals in distress, but we want people to know that they do have recourse to the law.

“Setiap hari banyak orang yang melanggar ketenuan perundang-undangann tersebut ketika mereka memperlakukan hewan seenaknya di Bali. Setiap hari pula banyak orang yang tidak peduli akan hal itu, bahkan aparat penegak hukum kita kurang memahami undang-undang.”

“Every day people are breaking the law when they mistreat animals in Bali. Every day they get away with it because the public and even some law enforcement agencies have not been aware of the law.”

BAWA berharap melalui program sosialisasi perundang-undangan tersebut beserta konsekuensi hukumnya, masyarakat dapat ikut mengawasi praktik-praktik perlakuan hewan yang buruk dan ilegal di Bali yang termasuk pengandangan dan perantaian anjing secara tidak manusiawi; bentuk kekejaman lain yang disengaja; pencurian, pemberian racun dan pembunuhan hewan; jual-beli hewan secara tidak manusiawi; pertarungan anjing yang terorganisir dan segala bentuk perkelahian berdarah lainnya yang disengaja; sertaperdagangan daging anjing.

news4
news5

BAWA hopes, through this much-needed program to socialise existing laws and their penalties, to help control terrible, common and illegal practicesin Bali including the inhumane caging and chaining of dogs;other intentional cruelty to animals; stealing, poisoning and killing of animals; hazardous and cruel animal markets; organised dog fighting and other blood sports; and the shocking dog meat trade.

Manajer BAWA Bagus mengatakan bahwa memang ada tindak pidana pelanggaran undang-undang kesejahteraan hewan yang terlalu ringan, tetapi ada juga yang berat dengan ancaman hukuman antara 4, 5, 7, 15, sampai 20 tahun penjara. “Payung hukum untuk melindungi hewan dan menghukum pelanggarnya sudah siap,” ujarnya. 

BAWA manager Bagus said while some penalties for animal welfare offences were too light, others carried maximum sentences of 4, 5, 7, 15 and 20 years or life in prison. “The legal infrastructure is in place to protect our animals and punish offenders,” he said.

“Tantangan kami sekarang ialah bagaimana menumbuhkan kepedulian masyarakat bahwa mereka dapat menggunakan hukum itu untuk melaporkanpara pelaku yang secara sengaja melakukannya berkali-kali dan bahwa mereka akan menghadapi ancaman pidana yang  berat atas aksi-aksinya.”

“Our immediate challenge is to make people aware that they can use the law and to put repeat, serial and intending offenders on notice that they face harsh penalties for their illegal actions.”

BAWA mengungkapkan bahwa KUHP di Indonesia yang merupakanpeninggalankolonialtersebut, saat ini olehpemerintahdan DPR sedang dalam proses pengkajian ulang untukdiperbaharui. “Kami akan menggunakan momentum ini untuk mendorong modernisasi perundang-undangan dan segala konsekuensinya agar dapat mencakup segala bentuk aktivitas ilegal dan tidak manusiawi yang banyak terjadi belakangan ini,” kata Bagus.

BAWA noted that the Indonesian Criminal Code was established in the Dutch era and that national laws were currently under review in Jakarta. “We will use this opportunity to encourage modernisation of laws and penalties applying to animal welfare so that they more appropriately address the full and horrible spectrum of illegal and inhumane activities today,” said Bagus.

BAWA mengungkapkan bahwa KUHP di Indonesia yang merupakanpeninggalankolonialtersebut, saat ini olehpemerintahdan DPR sedang dalam proses pengkajian ulang untukdiperbaharui. “Kami akan menggunakan momentum ini untuk mendorong modernisasi perundang-undangan dan segala konsekuensinya agar dapat mencakup segala bentuk aktivitas ilegal dan tidak manusiawi yang banyak terjadi belakangan ini,” kata Bagus.

BAWA thanked the Faculty of Law at Udayana University for hosting today’s workshop on Indonesia’s animal welfare he hoped FH UNUD would continue to pay close attention to the issue. BAWA thanked Bali police for their interest and participation.

Di dalam lokakarya ini, BAWA mengetengahkan berbagai undang-undang dan ancaman hukumannya untuk beberapa pelanggaran kesejahteraan hewan yang biasa terjadi di Bali. Berikut ini adalah rangkumannya:

At the workshop BAWA presented laws and penalties applying to some common animal welfare offences in Bali. Here is a summary:

 

Praktik Kekerasan di Masyarakat

Termasuk pemukulan, penusukan, pencekikan, dan pembuangan hewan

KUHP pasal 302; 406; 335; 170; 540.

Hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Undang-undang Peternakan dan Kesehatan Hewan no. 18 Tahun2009, pasal 66 dan 67.

 

Cruelty in Communities

Includes beating, clubbing stabbing, strangling & throwing away animals

KUHP Articles 302; 406; 335; 170; 540.

Maximum sentence is 12 years in prison.

Animal Health Law No 18 Tahun2009, Articles 66 & 67.

 

Pengandangan dan Perantaian

Termasuk kandang yang tidak layak, kekurangan air atau makanan; salah urus; penyiksaan

KUHP pasal 302; 406; 540; 335.

Hukuman maksimal 2 tahun penjara.

Undang-undang Peternakan dan Kesehatan Hewan no. 18 Tahun2009, pasal 66 dan 67.

 

Caging & Chaining

Includes inadequate shelter or food or water; mishandling; mistreatment & torture

KUHP Articles 302; 406; 540; 335.

Maximum sentence is 2 years in prison.

Animal Health Law No 18 Tahun2009, Articles 66 & 67.

 

Pembunuhan dan/atau Peracunan Anjing

Termasuk tindakan yang dilakukan atas permintaan masyarakat atau pemerintah

KUHP pasal 302; 406; 335; 170.

Hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Undang-undang Peternakan dan Kesehatan Hewan no. 18 Tahun2009, pasal 66.

 

Killing & / or Poisoning Dogs

Incudes actions by community request or by government

KUHP Articles 302; 406; 335; 170.

Maximum sentence is 12 years in prison.

Animal Health Law No 18 Tahun2009, Article 66.

 

Pencurian Anjing

Termasuk motif keuntungan finansial atau tebusan.

KUHP pasal 362; 363; 406; 480; 481; 335; 365.

Hukuman maksimal 15 tahun penjara.

 

Stealing Dogs

Includes for profit or ransom

KUHP Articles 362; 363; 406; 480; 481; 335; 365

Maximum sentence is 15 years in prison.

 

Pertarungan Anjing Teroganisir

KUHP pasal 241; 302; 406; 170/

Hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Undang-undang Peternakan dan Kesehatan Hewan no. 18 Tahun2009, pasal 66 dan 67.

 

Organised Dog Fighting

KUHP Articles 241; 302; 406; 170.

Maximum sentence is 12 years in prison.

Animal Health Laws No 18 Tahun2009, Articles 66 & 67.

 

Perdagangan Daging Anjing

Pasal yang berbeda-beda dikenakan kepada Pemasok, Penjual dan Pembeli.

KUHP pasal 241; 302; 362; 363; 406; 335; 170; 480; 481; 204; 205.

Hukuman maksimal penjara seumur hidup.

Undang-undang Peternakan dan Kesehatan Hewan No. 18 Tahun2009, pasal 66 dan 67.

Bab 13, pasal 86 dan 87.

 

Dog Meat Trade (RW)

Different Articles apply to Suppliers, Sellers & Buyers

KUHP Articles 241; 302; 362; 363; 406; 335; 170; 480; 481; 204; 205.

Maximum sentence is life in prison.

Animal Health Law No 18 Tahun2009, Articles 66 & 67.

Chapter 13 Articles 86 &87.

 

Sumber berita / Media Contact:BAWA – Email: info@balianimalwelfare.com

 

DONATE NOW